Keunikan Tradisi Medi - Median Di Desa Tenganan




Desa Tenganan merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, bagian paling timur Pulau Bali. Desa ini mempunyai tradisi dan budaya yang berbeda dan termasuk kedalam salah satu Desa Tradisional di Bali yang terkenal dengan hasil kain tenunnya yaitu Kain Gringsing. Masyarakat tenganan merupakan cultur masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat dan warisan leluhurnya. Dimana sebagaian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani, dan ada juga sebagian kecil menjadi pengrajin dimana mereka masih menggunakan metode tradisional yang di wariskan oleh leluhur mereka, hasil kerejinannya antara lain , rontal, ukir - ukiran, dan yang paling terkenal kain tenun Kain Gringsing yang terkenal dengan teknik dobel ikat, teknik satu satunya di Indonesia.

Selain dari hasil kerajinanya Desa Tenganan juga terkenal dengan ragam tradisi dan  budaya t seperti Perang Pandan atau Mekare - karean yang sudah terkenal yang di laksanakan pada Sasih Kelima kalender Bali ( bulan Juni atau Juli ) dan Tradisi Medi - median.

Kali ini admin akan membahas tradisi unik yaitu Tradisi Medi Median di Desa Tenganan, diamana tradisi ini belum begitu di kenal seperti tradisi Mekare kare yang sudah begitu populer.


tradisi medi median
Tradisi Medi - median ( sumber instragram @yangunayasa)


tradisi medi median
Tradisi Medi - median ( sumber foto  instagram @yangunayasa


Tradisi Media Median


Sumber : instagram @yangunayasa
Keunikan dari tradisi medi median ini mirip dengan pengadaan atau pembuatan ogoh - ogoh pada hari pengrupukan ( sehari sebelum hari raya Nyepi ). Tapi bedanya, tradisi medi median ini hanya di buat sehari dan harus di hancurkan di hari yang sama, sama sekali tidak boleh lewat dari hari itu. Karena jika lewat dari hari yang sama di anggap membawa ketidak beruntungan.

Para pemuda dan orang tua akan membuat boneka- boneka dengan di dandani sedemikian rupa, dandanan ini tidak hanya menyeramkan tapi ada juga yang menggunakan foto bintang film atau bintang musik sebagai figura mereka. Setelah ini boneka - boneka ini akan di letakan di depan rumah, atau depan bale tradisional mereka.

Kemudian salah satu tetua desa bersama ibu - ibu akan pergi ke tempat suci yang berada di utara desa untuk melaksanakan upacara. Kembali dari sana mereka akan membawa tombak yang di gunakan untuk memberikan aba-aba untuk merusak Medi - median ( boneka) ini. Anak - anak akan senang dan kegirangan dan akan merusak media- median ini dengan cara memukul, mengoyak dan sebagainya sehingga boneka boneka tersebut rusak.
Akhir dari acara tersebut  mereka semua akan menuju pintu gerbang desa yang berada di selatan desa yang merupakan tempat suci mereka disana untuk mengaturkan upacara.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Keunikan Tradisi Medi - Median Di Desa Tenganan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel